"Catch a star and put it in your pocket, never let it fade away."

Category: bon appetite!

Berlin Foodism part.1

Hey!

Terimakasih udah mampir di blog saya lagi. Sekarang saya udah satu setengah bulan tinggal di Berlin.  Udah muterin hampir semua wisata sejarah dan museum-museum yang ada di sini. Udah tau juga tempat nongkrong yang asik, dan pastinya tempat makan yang oke punya. Saya akan me-review beberapa tempat makan, siapa tau di antara kalian ada yang tinggal di Berlin juga atau ada rencana liburan ke sini. Nah, mudah-mudahan tulisan saya ini bisa jadi panduan kuliner kalian. Kali ini, saya ngga akan me-review tempat makan yang mewah-mewah aja. Yang tempatnya sederhana tapi punya rasa yang lezat juga saya masukin. Hmm, sebenernya ini penghiburan buat diri saya sendiri aja sih. Maklum, anak rantau, ngga tiap hari bisa makan mewah. Hahaha.

Oke, saya mulai dari masakan Jepang. Ada sebuah restoran Jepang bernama Ishin. Sebenernya ada beberapa Ishin di Berlin, tapi yang paling mudah dijangkau yaitu Ishin yang di Mittelstraße, antara U-Bahn Friedrichstrße dan Unter den Linden. Tempatnya lumayan enak dan pelayanannya cepat. Begitu kita dating, mereka akan langsung kasih Ocha atau teh Jepang for free. Nah, setiap ke Ishin, saya punya menu andalan. Untuk menu pembuka, saya suka pesen Tsuna-Maki, yaitu sushi roll dengan ikan tuna. Sementara untuk main menunya, saya paling suka Sake-Kaisou Cey-Ro. Itu adalah nasi uang dengan lauk finely chopped fried salmon. Nggaa cuma salmon aja, didalam mangkuk bamboo itu, mereka juga menambahkan rumput laut, jamur dan irisan batang teratai yang luar biasa enak! Ngga perlu bayar mahal juga, karena untuk satu Tsuna-Maki dibandrol 3 Euro dan Sake-Kaisou Cey-Ro hanya 4,50 Euro. Serius, puas banget makan di Ishin! 😀

http://www.ishin.de/index.html

Yang berikutnya kita beralih ke masakan Itali. Di Berlin ada resto Itali yang terkenal, namanya Vapiano.  Well, sebenernya Vapiano ini resto yang terkenal banget. Udah ada di beberapa kota besar seluruh dunia. Di Berlin aja ada 3. Tapi saya sengaja dating ke Vapiano yang di Potsdamer Platz karena tempatnya paling enak. Yang lucu dari Vapiano adalah all fresh! Kalau mau makan, kita harus antri di tiap booth makanan yang akan kita pesan. Ada booth pasta, salad, cake, baverages, dan lain-lain. Misalnya kita pesan pasta, semua bahan yang digunakan untuk memasak menu yang kita pilih langsung dipetik dari potnya! Dan tentu kita bisa liat proses masaknya. Lucu banget, deh! Salah satu menu yang paling di sukai di Vapiano apa lagi kalau bukan Spaghetti Bolognese. Untuk harga, mereka masih wajar kok membandrol makanannya. Berbagai macam pasta mereka tawarkan mulai dari 7 sampai 10 Euro, tergantung sausnya. Harga segitu sangat pantas kalau lihat konsep dan pelayanan yang mereka berikan.

http://www.vapiano.com/

Kita lanjut ke makanan yang berasal dari Britania Raya, yaitu Fish and Chips. Perpaduan antara ikan Cod yang dilumuri tepung dan kentang goreng banyak saya temui di sudut-sudut kota Berlin. Tapi salah satu yang bikin saya pengen mampir terus yaitu resto bernama Fish&Chips di dalam stasiun Friedrichstraße. Pilihan-pilihan sausnya sangat menggoda. Kalau saya ke sana, saya selalu minta dua macam saus. Yang utama adalah garlic-mayo yang sangat gurih dan saus sambal pedas. Menu Fish and Chips di resto ini sedikit berbeda rupa dengan yang biasa kita jumpai. Bentuk ikannya tidak pipih tapi bulat-bulat. Jadi kita tidak perlu repot memotong-motong lagi. Cukup ditusuk, celupkan ke saus, dan langsung makan. Untuk seporsi Fish and Chips mereka hargai hanya 3,50 Euro! Murah, kan? 🙂

Masih belum puas, kan? Sekarang giliran masakan Asia, khususnya China, Thailand dan India. Resto ini namanya Asia Quick. Tempatnya di Seestraße, hanya beberapa meter dari gedung Alhambra. Dari namanya aja udah ketauan, kita ngga bisa lama-lama nongkrong di situ karena tempatnya kecil. Sementara itu, pengunjungnya lumayan banyak. Semua menu di tempat makan ini enak-enak! Serius dan ngga bohong, nih! Yang jadi idola di sini sih nasi gorengnya. Tapi kemarin saya sempet nyobain Nasi Ayam Kari-nya, dan ternyata dahsyat! Seporsi besar menu itu hanya dihargai 3,50 Euro. Setiap laper dan pengen makan kalap, saya selalu lari ke tempat itu. Hahaha

Yang terakhir adalah makanan khas Turki, yaitu Halbes Hähnchen. Menu ini banyak di jual dimana-mana juga. Tapi menurut temen saya, yang paling enak dan spicy ya yang kemarin saya cobain, yaitu di pojokan Potsdamerstraße. Kalo kalian lagi luar biasa laper, menu ini pas banget! Setengah badan ayam panggang disajikan dengan kentang goreng. Kalau saya sih kemarin ngga habis sendirian. Masih sisa setengah! Hahaha. Bener-bener ngga sanggup saya menghabiskan satu porsi sendirian. Untuk satu porsinya mereka bandrol 4,80 Euro. Yah, ngga terlalu sayang lah kalau terpaksa harus buang setengah porsinya 🙂

Jadi, silakan dicoba kalau kalian mampir ke Berlin. Dan tugas saya tetep jalan lagi berburu surga makanan 😀

Laki-laki jago masak dan seorang pemimpi akut!

Masak itu katarsis. Karena itu, saya suka laki-laki yg suka memasak, apa lagi kalau jago.

Menurut salah satu teman dekat saya (laki-laki dan hobi masak), salah satu ciri perempuan modern itu mudah dikalahkan oleh bumbu-bumbu dapur, dan saya masuk dalam kriteria tersebut. Banyak kok laki-laki yang senang melayani perempuan di meja makan. Carilah di tempat yang tepat. Tapi harus rela mengantri panjang. Hahaha.

Sepertinya ada 2 tipe laki-laki yang jago masak: pertama, dia lihai “melayani” perempuan. Kedua, he’s a gay. Tinggal pilih mau yang mana. Kata teman saya lagi, semua laki-laki yang suka memasak pasti tingkat kesabarannya lumayan tinggi, kecuali urusan menyiangi kangkung dan mengupas bawang merah. Hahaha. Laki-laki yang hobi masak sebagian besar sabar dan tahu bagaimana memperlakukan perempuan dengan baik dibanding laki-laki yang memiliki hobi lain.

Masak tak beda jauh dengan koleksi barang, karena juga butuh passion dan kesabaran tersendiri. Orang koleksi sesuatu kan ngga sembarang bisa dapet barangnya. Ya, kan? Kita ngga pernah tau dan ga bisa dibuat-buat akan suka sama siapa. Kayak orang suka sama kaktus, emang dipikirin kalau itu bunga atau
bukan? ;p

Apa pun lah ya, mau bunga atau bukan, saya sih tetap berharap suatu hari nanti akan dapet “kaktus” yang subur. Atau dapet “barang koleksi” yang masih mulus dan, tentunya, koki yang charming.

Maaf ya, racauan saya kali ini bener-bener menunjukkan kalau saya hopelessly romantic. Well, 90% orang Indonesia kan hopelessly romantic. Sisanya hopeless beneran. Hahaha. Yah, setidaknya saya bukan golongan “sisa” atau hopeless beneran yang terkesan buangan. Dunia ini tak selebar daun kelor, meski tak lebih lebar dari daun jati. I always thirst of having such a wonderful experience, treasuring every inch of this whole world. Mungkin orang lain, atau bahkan kalian, akan berfikir bahwa saya adalah seorang pemimpi akut. Dan ya, mereka atau kalian tidak salah. Menurut saya, bermimpi itu penting. Kalau ternyata dunia cuma selebar daun kelor, paling tidak sudah dicoba untuk mewujudkannya kan? Bahkan Kalau bisa, saya maunya berpindah-pindah tempat terus sampai sisa umur. Eh engga sih, maunya end up di tempat yang tepat, bersama orang yang tepat. Menghabiskan sisa waktu di New York City bersama pria macam Jamie Oliver ;p

Haaah, saya bener-bener meracau kalau gini caranya nih. Hahaha. Mati gaya! Mau tidur juga susah. Sudahlah, mari kita hitung jumlah domba. Kalau kau susah menghitung domba, coba saja menghitung laki-laki yang bisa masak. Kalau masih susah tidur juga, maka abaikan saja hitungan. Tutup mata dan sumpahin apa saja. Apa saja, asal jangan diri sendiri. SBY, kapolri, jaksa agung lebih baik untuk disumpahi dari diri sendiri. Hahaha

Jamie Oliver

Best resto and café in Java-Bali!

Hey, fellas!

Thank you so much for stopping by again. Pada tulisan saya kali ini, saya akan berbagi pengalaman dan kesenangan kepada kalian semua. Dari dulu, saya hobby banget jalan-jalan dan mengeksplor tempat-tempat baru, apalagi kalau tempatnya menarik dan ngga memakan biaya yang besar. Saya bisa terus-terusan inget dan ingin balik lagi. Ngga cuma jalan-jalan aja, saya juga hobby makan. Kadang orang-orang takut untuk coba makanan yang belum pernah mereka tau. Tapi kalau saya, ngga pernah ragu-ragu untuk coba dengan segala risiko yang akan saya tanggung sendiri.

Kalian hobby jalan-jalan juga? Selamat!  Kalian dapet satu panduan lagi tentang resto-resto dan café-café terbaik di Jawa dan Bali. Ada beberapa alasan kenapa saya cuma memasukkan pulau Jawa dan Bali. Pertama, hanya dua pulau inilah yang sangat familiar dengan saya. Kedua, dua pulau ini pula lah yang sering dikunjungi oleh para pelancong, baik yang lokal atau pun internasional. Ketiga, dua pulau ini aja sudah terlalu besar dan ngga ada habisnya untuk dieksplor.

Dalam tulisan saya ini, saya akan memasukkan kota-kota besar saja. Di kota-kota kecil sebenarnya juga banyak resto dan café yang menarik. Bukannya mau underestimate, tapi kalau mau dimasukkan semua saya bisa ngga tidur seminggu untuk nulis review ini.

JAKARTA
Oke, kita mulai dari ibu kota Jakarta. Buat kalian yang tinggal di Jakarta, pasti suka bingung menentukan resto atau café mana yang akan kalian singgahi, karena terlalu banyaknya tempat menarik. Tapi buat saya, ada beberapa tempat yang jadi top choice saya untuk menikmati hidangan sekaligus suasananya.
•    That’s Life Coffee
Terletak di daerah Senopati, tepatnya di Jl. Gunawarman no.24, Jakarta Selatan. Café ini menyajikan berbagai macam minuman nikmat dan makanan ringan yang enak. Yang menjadi favorit saya adalah smoothies, sandwich dan suasana hommynya! That’s life pas sekali untuk dijadikan tempat diskusi atau sekadar ngobrol ringan. Tidak hanya itu, that’s life sering dijadikan tempat pameran para seniman muda berbakat. Jadi, ngga cuma memanjakan perut, tapi juga memanjakan mata dan intelektualitas.

That’s Life Coffee

Tuna Sandwich from That's Life

•    Warung Solo
Terletak di daerah Jeruk purut, tepat di sebelah pemakaman umum. Eh, jangan takut dulu! Tempatnya ngga horror kok. Justru keren banget. Resto ini dibangun dengan nuansa Jawa yang sangat kental. Joglo-joglo dengan ukiran yang apik dan suasana pedesaan yang bisa membuat kita rileks. Semua perabot dan hiasan serba kayu dan kuno. Menu yang ditawarkan pun sangat menggugah selera. Walau namanya Warung Solo, tapi menunya ngga cuma khas Solo aja, lho. Hampir semua makanan dan minuman khas dari berbagai daerah di Jawa ada semua. Dari gudeg, selat solo, wedhang jahe, temulawak, mie godhog, rawon, garang asem, rujak cingur, dan sebagainya. Ngga cuma itu, yang paling saya suka kalau berkunjung ke Warung Solo adalah saya bisa menikmati teh poci hangat di bawah pohon rindang di depan joglo sambil memerhatikan ibu-ibu yang sedang membatik! Nikmatnyaaa..

Warung Solo

Vicky at Warung Solo with his weird face. LOL!

BANDUNG
Nah, sekarang kita pindah ke Bandung. Buat warga Jakarta dan sekitarnya yang suka sekali shopping dan wisata kuliner, Bandung adalah surganya. Mau belanja baju, sepatu dan tas ya tinggal muter-muter aja di jalan Riau. Seharian juga ngga bakal selesai. Atau ke Paris Van Java. Di sana tempatnya nyaman sekali untuk belanja atau sekadar window shopping. Konsep yang dibentuk mirip sekali seperti pusat perbelanjaan berbentuk plasa di kota-kota besar di Eropa. Dijamin kalap, deh! Eh, tapi kuliner di Bandung ngga kalah sama fashionnya, lho! Mari kita tengok resto dan café yang jadi andalan saya kalau saya sedang melancong ke Bandung.
•    The Valley
Resatoran ini berada di Jl. Lembah Pakar Timur 28, Dago, Bandung. Karena lokasinya yang berada di daerah Dago, The Valley jelas menyuguhkan pemandangan yang luar biasa, terutama di malam hari. Indahnya kota bandung dan kerlipan lampu warna-warni yang tampak di kejauhan membuat restoran ini terasa sangat istimewa. Apalagi sambil menikmati hidangan lezat seperti Sop kepiting asparagus, cumi bakar hot plate (saya yakin kalian puas sekali dengan ukuran cuminya!), veal salisbury, dan berbagai macam makanan lezat lainnya. Di The Valley, kalian bisa memilih menu Indonesian food, Western dan Japanese. Jadi tergantung selera saja. Ngga cuma main course saja, The Valley juga menyediakan appetizers dan desserts yang nikmat seperti tiramisu, ice cream dan fresh fruit platter. Dijamin ngga pengin pulang!

The Valley

Cumi Bakar The Valley

•    Atmosphere Resort Café
Kalau yang ini, tempatnya di Jl. Lengkong Besar 97, Bandung. Sesuai namanya, yang sangat menonjol dari café ini adalah atmospherenya. Kita bisa memilih tempat sesuai selera. Mau di bale-bale, di dalam gedung, outdoor dengan pemandangan kolam atau di balkon. Semua sudut café ini terasa sangat nyaman. Tapi yang jadi spot favorit saya, ya yang dekat dengan kolam dong. Terutama kalau malam, air dari kolam memantulkan sinar lampu yang banyak menghiasi bale-bale. Luar biasa! Masalah menu, ngga perlu khawatir. Makanan dan minumannya hampir semua lezat! Sirloin beef with mushroomnya, wah! Ngga boleh dilewatin sama sekali. Tornedos Cellophyne dan Avocoffee juga sangat menggoda. Jangan lupa mampir kalau main ke Bandung!

Atmosphere Cafe

Sirloin beef topped with mushroom and mozarella cheese, served with mashed potato, mixed vegetable, and gravy sauce.

JOGJA
Dari Bandung, kita bergerak ke kota seni Jogja. Saya selalu menyebut Jogja sebagai kota seni karena memang kita bisa menemukan berbagai macam kesenian di hampir seluruh sudut kota ini. Bagi kalian para pelancong, saya jamin kalian ngga akan mati gaya kalau berkunjung ke Jogja. Ada saja acara kesenian yang sangat sayang untuk dilewatkan setiap harinya. Ngga cuma acara seni saja yang menarik dari Jogja. Kota ini menawarkan begitu banyak pilihan untuk berwisata kuliner. Dari yang angkringan pinggir jalan, resto dan café berkelas, bahkan warung makan yang berlokasi di pelosok kampung namun banyak diburu kaum elite pun ada! Wah, kota yang satu ini benar-benar menarik hati saya. Sampai-sampai, dua bulan saya tidak ke sana saja rasanya sesak napas!
•    Sangam House
Resto dan boutique khas India ini letaknya di Jl. Pandega Siwi 14, Jogja. Begitu memasuki tempat ini, kita akan langsung disambut oleh deretan kain warna-warni dan pernak-pernik lucu khas India yang rasanya sangat sayang jika tidak ditengok. Pertama kali saya ke sana, rasanya seluruh isi ruangan itu ingin saya pindahkan ke rumah saya! Tapi sayangnya saya hanya mampu membeli sehelai kain India berwarna ungu dan dua pasang sepatu dari kulit unta yang sangat cantik. Setelah cukup puas memanjakan mata, akhirnya saya memutuskan untuk memanjakan perut. Design resto yang berwarna-warni dengan dilengkapi pajangan khas India membuat saya semakin penasaran dengan menu-menu yang mereka tawarkan. Dan benar saja, saat pelayan menyodorkan menu saya langsung kebingungan. Mereka menawarkan curry, tandori, chapatti, pharata, palaak paneer, Lime grass, Lasi, dan menu menarik lainnya. Sungguh menggoda selera. Rasanya saya ingin mencoba semua!

Me at Sangam

My mom at Sangam

Super Delicious foods and fresh beverages

•   Pecel Solo
Nama resto ini memang Pecel Solo, tetapi letaknya di Jl. Palagan Tentara Pelajar 52, Jogja. Tepat di sebelah hotel Grand Hyatt. Suasana yang di tawarkan begitu memikat. Bangunan joglo dengan ukiran-ukiran menawan dan bangku-bangku panjang serupa warung pinggir jalan berhasil membuat saya sangat betah berlama-lama di sana. Makanan khas resto Pecel Solo tentu ya Pecelnya. Tapi ada yang berbeda dengan pecel-pecel yang sering kita temui di tempat lain. Bumbu yang digunakan menggunakan kelapa! Pecelnya pun disebut pecel ndeso. Tapi ada menu lain yang juga ngga kalah enak. Sebenarnya menu resto ini tidak jauh berbeda dengan yang ditawarkan oleh Warung Solo Jakarta. Tapi tentunya dengan suasana yang berbeda. Kalau haus, kita bisa memesan es dawet, es tapai ketan dan minuman-minuman tradisional lainnya. Masalah harga ngga perlu khawatir. Saat pertama kali saya berkunjung ke sana, saya bersama tujuh orang kerabat dan hanya menghabiskan sekitar 200 ribu saja! Padahal saat itu kami makan banyak sekali, lho. Patut kalian coba!

Pecel Solo

The foods are superrbbb!!!

SEMARANG
Mari kita menuju ke utara jawa. Banyak orang bilang Semarang kurang menarik untuk dikunjungi. Mereka salah! Banyak tempat menarik yang sayang untuk dilewatkan. Siapa bilang Semarang cuma punya lawang sewu? Di Semarang sekarang ada pecinan yang sangat ramai di malam hari. Mereka menawarkan berbagai macam makanan, pernak-pernik, kebudayaan yang semua berasal dari Cina. Saat saya berkunjung, saya menyempatkan diri untuk melihat keahlian seorang bapak tua yang lihai memainkan kuasnya di atas sehelai kertas, menggambar simbol-simbol dan huruf cina. Selain itu, ada juga pertunjukan wayang petehi yang sangat seru! Saya bahkan sempat memberanikan diri untuk diramal oleh peramal tua yang sudah ompong tetapi berhasil membuat saya malu karena hampir semua ramalannya benar. Saat lapar, ngga perlu khawatir. Semarang juga punya tempat asik untuk dikunjungi.
•    The Hills
Café ini terletak di Bukit Baladewa Semarang. Tempat ini sangat terkenal. Tidak hanya menyajikan menu yang menarik, tempat ini juga bisa memanjakan mata dan pikiran. Jika ingin berkunjung, lebih baik saat malam hari karena pemandangan kerlap-kerlip lampu kota Semarang akan tampak sangat cantik dari café ini. Suasana café pas sekali untuk berkhayal dan menulis. Apa lagi sambil ditemani oleh grilled salmon, mashed potato, dan sausage mustard.

The Hills

Grilled Salmon from The Hills


SURABAYA

Sampailah kita di ibu kota Jawa Timur, Surabaya. Kota ini memang panas banget kalau siang. Tapi jangan sedih, biarpun panas, Surabaya tetap menyenangkan kok untuk dijelajahi. Banyak tempat menarik yang bagus banget untuk dijadiin lokasi hunting fotografi. Ada jembatan Suramadu, masjid Ceng Ho, Extrem Sport Arena, Ciputra Little Singapore, dan lain-lain. Ngomongin soal Ciputra, dia hebat banget lho bisa mengubah setengah kota Surabaya jadi lebih indah! Kalau kalian main ke sana, pasti akan terasa seperti di Singapore. Pedestrian yang dilindungi pohon-pohon besar, rumah-rumah indah, foodcourt dan food plasa yang dipenuhi dengan café-café keren. Tapi kali ini saya ngga akan me-review tentang café dan resto yang berada di dalam food plasa Little Singapore. Ada beberapa tempat yang lebih fenomenal dan wajib untuk dikunjungi.
•   Zangrandi
Zangrandi ini bukan sembarang café. Buat yang tinggal di Surabaya atau pernah beberapa kali ke Surabaya, pasti tau tempat ini. Yak, café ini menyediakan berbagai macam es krim beraneka rasa dan bentuk. Yang istimewa, café ini berdiri sejak 1930. Ngga heran kalau bangunan café ini kelihatan kuno sekali. Zangrandi berlokasi di Jl. Yos Sudarso, di samping Garden Palace Hotel. Kalau ngga sempat ke café pusatnya, Zangrandi juga membuka booth di berbagai tempat di Surabaya, seperti di Tunjungan Plasa dan di Citishop. Tapi, jelas kurang nikmat kalau ngga merasakan suasana kuno café pusatnya. Yang menjadi menu andalan Zangrandi adalah noodle ice-nya.  Ngga cuma itu sih, Ice cream macedonianya juga dahsyat! Bentuk es krimnya bulat tapi di atasnya dibentuk V dan ceruknya tuh jadi tempat rhum. Rhum yang ditambahkan semakin menyegarkan rasa ice cream. Sayang sekali kalau dilewatkan!

Zangrandi

noodle ice cream from zangrandi

Me at Zangrandi Citishop with Macedonia

•    House of Sampoerna Café
Kalian semua tau kan siapa salah satu orang terkaya di Indonesia? Kalau jawaban kalian adalah pemilik brand Sampoerna Indonesia berarti kalian benar! Dan ternyata, produk dari Sampoerna itu sendiri ngga cuma rokok, lho. Mereka juga memproduksi barang-barang sandang seperti pakaian, dompet, tas dan sebagainya. Nah, ngga heran kan Sampoerna bisa sangat berkembang? Untuk mengabadikan perkembangan Sampoerna, sang pemilik membangun House of Sampoerna di Surabaya. Tempat tersebut terdiri dari museum, boutique, mini pabrik (di sini kita bisa melihat proses pembuatan rokok!), galleri pameran seni rupa dan café. Sangat lengkap, kan? Kalau kalian mampir ke sana, saya sarankan untuk jalan-jalan mengelilingin areal komplek House of Sampoerna dulu, setelah lelah, baru kalian bisa beristirahat dan menikmati sajian lezat di café. Yang menjadi menu andalan café Sampoerna adalah sop buntut goreng. Bumbu yang membalut daging buntutnya nikmat sekali!

Cafe House of Sampoerna

Sop Buntut Goreng

Me at House of Sampoerna

BALI
Akhirnyaaaa!!! Sampai juga kita di Bali, the island of God! Yea, true. Berapa kali liburan ke pulau ini juga ngga akan bosen deh pasti. Ngga cuma panoramanya yang memikat hati, tapi juga kebudayaan lokalnya yang masih sangat dijaga. Wajar sekali ya kalau teman-teman saya dari Negara lain pun berlomba-lomba untuk bisa liburan ke pulau ini. Banyak sekali pilihan keelokan panorama yang disuguhkan Bali. Dari mulai pantai pasir putih, pantai dengan tebing dan karang, pegunungan, lereng dan lembah dengan pepohonan hijau, sampai air terjun di tengah hutan pun ada! Yang pasti semuanya bikin saya selalu ingin kembali ke sana. Jalan-jalan menikmati keindahan Bali ngga cukup dengan panoramanya saja, tetapi harus mencoba kulinernya juga.
•    Indus Resto
Resto ini adanya di Ubud. Buat kalian yang pernah ke sana, pasti tau tempat ini. Indus adalah salah satu resto paling terkenal di Ubud. Selain menyediakan makanan enak, panoramanya juga luar biasa! Dari Indus, kita bisa melihat jajaran pepohonan rindang yang menhiasi lembah. Ada beberapa konsep tempat yang ditawarkan oleh Indus. Kita bisa duduk-duduk di dalam ruangan dengan dekorasi klasik yang menawan, atau seperti kesukaan saya, duduk-duduk di beranda belakang resto yang terbuka sambil menikmati angin sore. Coba kalian bayangkan, saat sore hari berada di beranda yang terbuka, menikmati hijaunya lembah sembari menimati squid salad yang menjadi salah satu menu andalan Indus Resto. Nikmat tiada tara!

Indus resto

Squid Salad from Indus

•    Papa’s Café
Enjoying the sunset on the shores of Kuta, while talking casually with someone special accompanied by beers and delicious foods. Can u imagine how great is that? Ah yea, we can only get that kind of feel only at Papa’s Café Legian, Bali. Ngga ada yang bisa ngalahin atmosfer café ini. Saya juga ngga bisa ngomong banyak lagi tentang Papa’s karena sampai detik ini I’m so much happier to keep that place on my memories. Tapi saya tetap akan kasih tentang menu fenomenal di café ini. Saat saya berkunjung, saya memesan kintamani volcano pizza. Saya penasaran aja sih sama bentuknya. Saat disajikan, bener-bener bikin saya kaget. Roti tepung yang menggembung menutupi pizza harus dibakar dulu sebelum dimakan. Keren, deh! Saya agak norak sih waktu liat. Hahaha. Saat itu saya mikir, mungkin cuma tampilannya saja yang menarik. Rasanya belum tentu. Biasanya juga seperti itu, kan? Tapi ternyata saya salah! Café ini tidak hanya mengedepankan penampilan, tetapi juga rasa. Kintamani volcano pizza yang saya pesan juga sangat enak! Toppingnya terdiri dari beef ham, sausage, and beef salami, with mozzarella cheese and tomato based sauce. Pizzanya yang tipis dan chewy justru menambah keistimewaan saya malam itu. Sungguh, ini baru surga dunia!

Papa's Cafe

Pizza membara

inside the volcano pizza