"Catch a star and put it in your pocket, never let it fade away."

Category: ArtsiModsi

Best Friend by Backyard Folks

http://www.soundcloud.com/backyard-folks

Feels like having the best friendship ever. That i’d made a box out of metal. Inside my box i’d have a sun and moon struck together, and it’d grant me wishes. Sometimes the sun and moon take me up to the sky and make a playground on top of the clouds with their friendship magic, and sometimes they let me meet some shiny stars and take me back home. 🌟

20130910-142736.jpg
(Photo courtesy: Backyard Folks)

Little Numbers – BOY

BOY has been my favorite band these past few weeks. I’d like to share one of their best songs and MV here.

BOY is a band consisting of Valeska Steiner (aka Valeska) and Sonja Milena Glass. They are based in Zurich and Hamburg. Their début album was “Mutual Friends” (2 Sep 2011, Grönland), which includes the tracks: “Drive Darling”, “Skin”, “July”, “Little Numbers”, “Army”, “Waitress” and “This Is the Beginning”.

And anyway, if you have spare time please also kindly check their other videos on Youtube. You’re gonna love ’em!

Waited for your call and for the moon

To release me from the longest afternoon
I’ve re-arranged parts of my living room
But time is hard to kill since I met you

Looking at the cars that drive on by
While spring is making promises outside
Red cars are quite rare I realize
Then I wonder which colour you’d like

Seven little numbers
Baby, they could be a start
Seven little numbers
Baby, I know yours by heart

Woo-oh, oh-oh, all the pretty things that we could be
Woo-oh, oh-oh, I feel you in every heart beat
Woo-oh, oh-oh, were you ever in a dream that could come true
These numbers could be lucky for you

I watch the sky change to a darker blue
I can’t think of another thing to do
And every song just makes me think of you
Because the singers sounds as if she was longing,
As if she was longing, too

Seven little numbers
Baby, they could be a start
Seven little numbers
Baby, I know yours by heart
Seven little numbers
Baby, they could make a change
Seven little numbers
Make a fire out of this flame

Woo-oh, oh-oh, all the pretty things that we could be
Woo-oh, oh-oh, I feel you in every heart beat
Woo-oh, oh-oh, were you ever in a dream that could come true
These numbers could be lucky for you

I read your name on every wall, on every wall – tell me
Is there a cure for me at all, for me at all – tell me
I read your name on every wall, on every wall – tell me
Is there a cure for me at all, for me at all

Woo-oh, oh-oh, all the pretty things that we could do
Woo-oh, oh-oh, I feel you in every heart beat
Woo-oh, oh-oh, were you ever in a dream that could come true
These numbers could be lucky for you

Woo-oh, oh-oh
Woo-oh, oh-oh
Woo-oh, oh-oh
These numbers could be lucky
These numbers could be lucky
These numbers could be lucky for you

Another beauty from New Zealand besides Lake Tekapo :)

:: LOVESONG ::

Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am home again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am whole again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am young again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am fun again

However far away I will always love you
However long I stay I will always love you
Whatever words I say I will always love you
I will always love you

Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am free again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am clean again

However far away I will always love you
However long I stay I will always love you
Whatever words I say I will always love you
I will always love you

 

Breaking The Stereotype

A company named Orange Telecom in collaboration with one of the largest American event organizer named Rockcorps. They held a huge music event, with various musicians bring variety of genres. The young men who want to come to the concert can get tickets for free, but on condition that they should be doing social work in advance. The youths usually do social work in nursing homes, cleaning up the environment around their homes or clean public facilities in their city. When they do social work, they are also accompanied by a disk jockey, so that they can be excited to do that. To socialize the program, Orange-Rockcorps made ​​some very interesting ad with the theme of various musical genres. One of the compelling ads and thick with the value of multiculturalism is ad-Orange Rockcorps Gothic.

 
Trash cleanup action conducted by Gothess in ad-Orange Rockcorps Gothic breaks the stereotype given to the Gothess wider community. It looked very much that the Gothess far more concerned with the environment compared with other ordinary people. In the ad, did not show that Gothess identical to violence, brutality and indifference. This is very good because at the end of this advertisement, gives the impression of an extraordinary and may open the eyes of the public that Gothess not as long as they’ve been labeled. Orange-Rockcorps ad is actually revealing who the real Gothess, they are a handful of people who had only underestimated by the public at large but in fact they have much more positive side that it should be seriously emulated.

Fantastic Photographers of The Whole World!

*GREGORY CREWDSON

Gregory Crewdson adalah seorang fotografer Amerika yang terkenal dengan tahapan-tahapan pengerjaan foto yang rumit. Semua foto yang ia hasilkan harus malalui tahapan berat karena banyak menangkap adegan surealis kehidupan dan lingkungan masyarakat Amerika.

Saat remaja, ia menjadi bagian dari kelompok musik punk rock bernama ‘The Speedies’ yang sempat melejit di New York dan menjual habis  albumnya.  Salah satu lagu yang menjadi hits mereka adalah ‘Let Me Take Your Photo’  yang kemudian terbukti berhubungan dengan pekerjaan Crewdson di kemudian hari. Pada tahun 2005, Hewlett Packard menggunakan lagu tersebut dalam iklan untuk mempromosikan kamera digitalnya.

Pada pertengahan 1980, Crewdson belajar fotografi di SUNY Purchase, Port Chester, New York. Crewdson menerima gelar Master of Fine Arts dari Yale University. Sampai saat ini, dia telah mengajar sebagai profesor di beberapa tempat seperti Sarah Lawrence, Cooper Union, Vassar College dan Yale.

Menurut Crewdson, ada dua hal penting yang harus diperhatikan saat ia bekerja mengambil gambar. Salah satunya adalah pemilihan lokasi. Artinya, dia berhadapan dengan aktualitas, lingkungan nyata dan alam. Kemudian, hal berikutnya adalah soundstage, yang bisa membangun seluruh gambar dengan cita rasa tersendiri.

Dalam pengerjaan gambar-gambarnya, Crewdson biasanya memilih satu lokasi secara total, dalam artian bahwa dia juga harus bekerja sama dengan masyarakat setempat. Ia meminta masyarakat setempat untuk bersedia difoto saat sedang melakukan aktifitas sehari-hari. Tak hanya itu, ia juga harus bekerja sama dengan kepolisian, pemadam kebakaran hingga walikota. Semua itu harus ia lukakan karena terkadang ia memiliki imajinasi di luar realita sehari-hari. Contohnya, Crewdson menginginkan adegan kebakaran atau bencana alam yang mengharuskannya membuat set seperti asli.

Ia menciptakan konstruksi-konstruksi foto yang sangat impresif dari daerah suburbia Amerika, di mana keindahan dan keanehan dapat menyatu dalam sebuah harmoni yang sempurna. Sebagian karya-karyanya terinspirasi oleh film-film Amerika dan pelukis Barroque Tenebrist seperti Rembrandt. Crewdson juga cenderung menunjukkan sisi protagonis yang kaku dan dipenuhi kekacauan, namun tetap indah dipandang. Seluruh karyanya sangat layak untuk dilihat.

Crewdson mengaku, meskipun tingkat produksi sangat besar, proses awal selalu dimulai dari dirinya sendiri, tanpa bantuan orang lain. Justru itulah yang menurutnya menjadi pusat dari semua ide yang ia dapatkan.

*HEDI SLIMANE

Hedi Slimane adalah perancang busana yang lahir pada 5 Juli 1968 di Paris. Ia belajar Sejarah Seni di Ecole du Louvre, namun juga mengambil sekolah menjahit. Dari 1992 hingga 1995, Slimane bekerja untuk Jean-Jacques Picart, terutama untuk pameran seratus tahun label Louis Vuitton’s Monogramme.

Pierre Bergé menunjuknya sebagai Direktur Koleksi dan seni untuk Yves Saint Laurent pada tahun 1997, dan mereka meluncurkan kembali YSL Rive Gauche Homme. Pada 1999, ia diundang untuk membuat labelnya sendiri dalam Gucci Group. Ia juga diundang untuk bergabung dengan Prada Group untuk merancang label Jil Sander. Namun, Slimane lebih memilih untuk bekerja di Christian Dior, di mana ia menjadi desainer kreatif untuk pakaian pria dan merancang untuk Dior Homme pada tahun 2000. Tahun itu pula, Dewan Fashion Designers of America memberinya penghargaan sebagai The Best International Designer. Sementara itu, tahun 2003, ia diangkat sebagai direktur kreatif untuk parfum Christian Dior men’s fragrance, termasuk Eau Noire, Cologne Blanche, Bois d’Argent, Homme Dior, dan Dior Homme Intense.

Setelah sekian banyak penghargaan yang ia dapatkan, pada  Juli 2007, Slimane memutuskan untuk meninggalkan Dior. Dalam upaya untuk meyakinkannya agar tetap bergabung, perusahaan induk Dior, LVMH, menawarkan untuk membiayai seluruh label pribadinya. Negosiasi berlangsung enam setengah bulan, dan ia tetap menolak bergabung. Slimane menyatakan lewat situs pribadinya bahwa ia tak mau kehilangan kebebasan berkreasi dengan menjual namanya atau menyerahkan kontrol kepada pihak lain.

Slimane memiliki latar belakang dalam dunia furniture design, store design dan fotografi. Selain bekerja sebagai perancang busana, ia juga merancang sejumlah cover album sejumlah artis seperti Phoenix dan Daft Punk. Pada 2004, Ia meluncurkan “Stage”, koleksi fotografi musisi rock. Ia telah menerbitkan beberapa buku fotografi dan berkontribusi untuk sejumlah majalah fashion, termasuk “Vanity Fair”. Ia juga memiliki banyak koneksi dengan artis-artis indie-rock asal Inggris. Ia bersahabat dengan penyanyi kontroversial Pete Doherty dan Amy Winehouse. Akibat ketertarikannya pada indie-rock, otomatis hal tersebut sangat berpengaruh terhadap cita rasa fotografinya. Sebagian besar karya-karyanya sangat “berbau” rebellion dan mulai diadopsi secara luas oleh dunia.  Salah satu karya terbarunya yang sempat menghebohkan dunia adalah cover album Lady Gaga: The Fame Monster.

 

Allison Mosshart for Hedi Slimane

Courtney Love for Hedi Slimane

Kate Moss for Hedi Slimane

Lindsay Lohan for Hedi Slimane

Pete Doherty for Hedi Slimane

Robert Pattinson for Hedi Slimane

Stephen Dorff for Hedi Slimane

Natalia Vodiavona for Hedi Slimane

Josh Beech for Hedi Slimane

Jethro Cave for Hedi Slimane

Heidi Mount for Hedi Slimane

Ann and Kirby Kenny for Hedi Slimane

Mr. Big and Fabulous Fashion

Beberapa waktu yang lalu saya mengajak mama nonton Sex And The City 2. Well yes, that was a girls day out. Daripada mama saya suntuk mikir kerjaan terus, ngga ada salahnya sesekali saya ajak mama refreshing, ‘kan? Lagi pula, saya yakin, mama pasti suka sama filmnya. SATC memang menceritakan mengenai kehidupan perempuan seumuran mama saya. Dengan berbagai latar belakang, beberapa karakter dalam film itu bisa mewakili kondisi perempuan masa kini, dan mungkin, mama saya juga. Setiap karakter memiliki cerita tersendiri. Let’s say, Carrie. Menurut saya, dialah perempuan paling beruntung dalam film itu. Dia tidak harus direpotkan dengan kehadiran anak-anak, seperti yang terjadi pada Charlotte. Dia tidak harus merasakan sakit hati karna tak dihargai oleh atasan di kantor, seperti Miranda. Dan yang pasti, dia tak perlu repot dengan berbagai macam obat kecantikan, seperti yang dialami Samantha untuk menarik perhatian laki-laki, karena Carrie sudah sangat beruntung memiliki Mr. Big.
Ya, Carrie sangat beruntung memiliki Mr. Big, seorang lelaki yang penuh kasih sayang, mengerti kemauan perempuan, dan sangat sabar. Poin ini yang sebenarnya ingin saya bicarakan. Entah kenapa, saya jarang sekali menemukan laki-laki yang hampir menyerupai Mr. Big ini. Well, ada beberapa laki-laki yang memang setia terhadap pasangannya, tapi coba perhatikan lagi, kadang mereka masih ingin “dilayani” oleh sang istri. Saat lelah pulang kerja, mereka masih meminta istri mereka untuk memijat, atau bahkan saat istri sedang tak enak badan, mereka tetap menuntut istri untuk memasak. Bagi kalian yang belum nonton film ini, for your info, tokoh Mr. Big ini hampir tidak pernah menuntut apa pun dari Carrie. APA PUN! Dia justru sangat memanjakan sang istri. Dari hal paling sederhana seperti membawakan makanan dari  Chinese restaurant yang baru buka di Madison Ave, mengabulkan permintaan istrinya untuk datang ke movie premiere saat ia sedang merasa sangat lelah. Atau yang lebih dari itu, ia memberi istrinya 2 days off untuk mengerjakan tulisan di apartment lamanya, membuatkan ruangan khusus untuk wardrobe, mengijinkan istrinya berlibur seminggu ke timur tengah, sampai ke hal yang sebenarnya sangat memilukan. Saat Carrie diijinkan berlibur ke Abu Dhabi, harusnya ia menjaga kepercayaan sang suami. Tapi ia justru melanggarnya. Ia berciuman dengan Aiden, mantan kekasihnya yang awalnya secara tak sengaja bertemu di tengah pasar. Saya yakin, kalau laki-laki lain yang menghadapi permasalahan seperti itu, pasti akan kalut dan berakhir dengan pertengkaran. Mungkin yang lebih parah akan end up dengan perceraian. Tapi pikiran seperti itu sama sekali ngga ada di kepala Mr. Big. Dia cuma butuh waktu sehari untuk meredam amarahnya. Dan saat istrinya sudah berada di rumah, ia justru “menghukum” dengan memberikan limited edition black diamond ring seharga $10.000!!!

The $10.000 Black Diamond Ring

Dia gila! Si Mr. Big itu sudah gila! Haduuuh.. Mungkin kalian yang belum nonton bingung, dia marah kok malah kasih cincin super duper cantik dan mahal ke istrinya? Dalam cerita, Carrie tidak suka mengenakan cincin dengan hiasan diamond. Yaaah, tapi kalau sampai Carrie menolak cincin itu, bisa-bisa saya sobek layar bisokopnya saking keselnya! Hahaha. Sudah untung dimaafkan, ‘kan?
Nah, sekarang yang salah siapa nih kalau saya mengharapkan ada lelaki seperti Mr. Big di dunia nyata? Apa benar ada yg seperti dia? Coba sini, sini bawa ke sini kalau ada. Saya mau satu. Hahaha..

The Charismatic Big 🙂

Udah ah, saya ngga mau mimpi kejauhan, saya mau bahas yang seru-seru aja. SATC ngga akan bisa lepas dari para designer handal dan para fashion stylist yang canggih. Let’s say, Yves Saint Laurent, Christian Dior, Louboutin, Jimmy Choo, Brian Atwood, dan lain-lain. Karena merekalah SATC bisa menjadi film dengan fashion terbaik.

Meski sebagian besar latar bertempat di Abu Dhabi, para tokoh SATC2 tetap ngga bisa lepas dari gaya New Yorkernya. Sepetinya taste New Yorker mereka sudah tertanam sejak mereka mulai menginjakkan kaki di New York.

Dalam SATC2 ini juga diperlihatkan gaya mereka saat mereka baru saling mengenal.

when they were young

Mereka memiliki karakter dan ciri khas masing-masing. Carrie, dengan gayanya yang selalu up to date.

Carrie Bradshaw

Charlotte yang sangat feminim dan keibuan.

Charlotte York

Miranda, dengan gaya khas career women.

Miranda Hobbes

Dan yang paling saya suka, Samantha, very independent and a bit rock and roll. Hahaha..

Samantha Jones

Well, intinya, saya suka film ini. Secara cerita, sebenarnya tidak terlalu istimewa. But it’s absolutely must watch movie. Film ini cukup menghibur dan menginspirasi. Terutama untuk kalian yang cinta dengan dunia fashion, dan pastinya, untuk kalian yang ingin belajar menghargai pasangan, keluarga, dan diri sendiri.. Selamat menonton! 🙂